Fakta Menarik Seputar Piala AFF 2020

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Piala AFF hanya berlaku bagi Negara-negara di kawasan Asia Tenggara saja. Ya, peserta Piala AFF ini terdiri dari beberapa Negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Kamboja, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Timor Leste. Pada dasarnya, kejuaraan Piala AFF masih di dominasi oleh Negara Thailand dan Vietnam lho. Nah, untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai fakta-fakta menarik dari Piala AFF 2020, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

1. Adaptasi Pelatih

Dilansir dari bolanusantara.com, PSSI baru saja merekrut Shin Tae-yong untuk menjadi pelatih timnas Indonesia pada akhir Desember 2019. Ya, mantan pelatih timnas Korea Selatan ini datang untuk menggantikan coach Simon McMenemy, yang memang telah dianggap gagal membawa Tim Garuda pada Kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia.

Akan tetapi, baru menggelar pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia pada kahir tahun, berbagai agenda yang seharusnya dilakukan terpaksa dihentikan akibat pandemic covid-19. Agenda tersebut mulai dari pemusatan latihan hingga agenda lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 yang tidak berjalan sesuai jadwal.

Dikutip dari baca berita, Shin Tae-yong sempat mengeluhkan tentang kondisi fisik para pemain timnas Indonesia saat pertama kali datang. Alhasil, pelatih asal Koera Selatan ini ingin memperbaiki terlebih dulu fisik para pemain Indonesia agar siap bersaing di level Internasional. Namun sayangnya, rencana tersebut berantakan akibat adanya pandemic covid-19.

2. Nasib Kompetisi Yang Menggantung

Semenjak dihentikan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru pada pertengahan Maret 2020, hingga sekarang pun kompetisi sepakbola professional di Indonesia masih menggantung alias belum jelas. Mengingat akan hal itu, PT Liga Indonesia Baru telah meminta arahan pada federasi perihal kemungkinan kompetisi tidak berlanjut setelah ada beberapa klub yang meminta agar kompetisi tidak dilanjutkan.

Kendati demikian, PSSI masih tetap menunggu keputusan dari Pemerintah Indonesia dalam menyikapi tenggat waktu status darurat wabah covid-19 yang sebelumnya diberlakukan hingga 29 Mei 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *