Mengulas Lengkap Seputar Fase Menstruasi yang Terjadi Pada Wanita

Menstruasi merupakan hal yang lumrah terjadi pada wanita. Menstruasi pada wanita mulai terjadi saat memasuki masa pubertas hingga menopause pada seorang wanita. Normalnya menstruasi terjadi secara rutin setiap bulan. Namun rentang siklusnya bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada yang rutin mengalami haid setiap 21-35 hari sekali, namun ada juga yang lebih cepat maupun lebih lambat dari itu. Siklus menstruasi meliputi berbagai proses perubahan alami yang terjadi pada sistem reproduksi wanita. Dalam siklus menstruasi ada 3 organ sekaligus yang terlibat, yaitu otak, rahim, dan indung telur. Selama siklus tersebut, banyak yang tidak mengetahui bahwa ada proses yang terjadi secara bertahap pada rahim. Mengetahui hal ini sebenarnya sangatlah penting bagi wanita, karena bisa membantu memprediksi kapan akan mengalami haid lagi di bulan berikutnya. Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan, mengetahui tahapan fase menstruasi juga akan membantu mengetahui kapan waktu paling subur.

Proses menstruasi pada wanita sebenarnya cukup rumit dan melibatkan beberapa fase. Adapun fase yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Fase menstruasi.
Fase yang satu ini sering disebut juga dengan nama fase pendarahan. Fase ini merupakan yang pertama kali terjadi pada wanita, dimana pada fase ini wanita akan mengalami haid atau menstruasi. Umumnya fase pada tahap ini terjadi dari hari ke-1 sampai dengan hari ke-5. Namun ada juga yang mengalami fase ini hanya dalam 3 hari saja atau bahkan hingga 7 hari maupun lebih. Masa haid terjadi karena sel telur yang sudah matang dan mengalami ovulasi tidak dibuahi oleh sperma. Hal ini rata-rata terjadi pada wanita yang belum menikah, sehingga tidak melakukan hubungan badan dan sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma, hingga akhirnya terjadilah haid atau menstruasi. Fase ini juga bisa dialami oleh pasangan suami istri yang sudah melakukan hubungan badan, namun pembuahan tidak terjadi atau gagal. Pada fase haid, darah haid akan keluar dari vagina hingga habis dan fase ini berakhir. Saat fase haid, beberapa wanita akan mengalami kram perut ataupun nyeri haid (disminor).

2. Fase folikular.
Fase selanjutnya atau fase kedua yang akan terjadi adalah fase folikular. Fase folikular biasanya akan terjadi dari hari pertama haid yaitu hari ke-1 hingga hari ke-13. Sehingga bisa dikatakan ada hari-hari dimana fase folikular dengan fase haid ada yang terjadi secara bersamaan. Lamanya fase folikular pada beberapa wanita juga ada yang berbeda, dimana ada yang lebih dari 13 hari dan tidak dimulai dari hari ke-10 melainkan hari ke-10 atau hari ke-11 hingga setelahnya. Fase ini akan terjadi saat terjadi ovulasi.

3. Fase ovulasi.
Setelah melewati fase folikular, fase selanjutnya adalah fase ovulasi. Pada fase ini normalnya terjadi pada hari ke-14, mengakhiri fase folikular. Fase ovulasi hanya terjadi selama 1 hari atau 24 jam saja. Pada fase ini, sel telur akan menunggu terjadinya pembuahan oleh sel serma, Jika tidak terjadi pembuahan atau hasil ovulasi, maka sel telur matang akan mati atau hancur. Namun jika terjadi pembuahan, maka sel telur tersebut bersama dengan sel sperma akan membentuk zigot.

4. Fase luteal.
Fase menstruasi selanjutnya yang akan terjadi setelah ovulasi adalah fase luteal. Umumnya fase ini terjadi pada hari ke-15 hingga hari ke-28. Fase ini bisa dikatakan merupakan yang terlama dan memakan waktu setengah dari keseluruhan fase haid. Pada fase luteal jika tidak terjadi pembuahan maka disebut fase pra menstruasi.

About Admin
Previous

Cara Download Smadav 2019 Serta Langkah Untuk Menginstall Smadav

4 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Next