Penjelasan Singkat Mengenai Koyo Pereda Nyeri Otot

Koyo adalah obat tempel yang paling sering digunakan oleh banyak orang karena dianggap sangat ampuh untuk membantu menghilangkan nyeri otot, pegal-pegal, ataupun sendi pada badan. Tapi apakah benar, dengan menggunakan koyo pereda nyeri otot dapat menghilangkannya dengan tuntas. Simak penjelasan singkat berikut ini!

Seberapa umumkah pengobatan pakai koyo?

Koyo atau dalam istilah medisnya patch transdermal merupakan jenis obat luar yang ditempelkan pada kulit pasien agar dapat menghilangkan gejala pegal-pegal, nyeri otot, ataupun persendian pada tubuh. 

Koyo dibuat dengan berbagai macam bahan kimia obat yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga obat tersebut dapat dengan mudah meresap pada kulit. Berbagai macam bahan kimia yang terdapat di dalam koyo di antaranya adalah glycol salicylate, menthol, dan biofreeze yang terbukti sangat efektif untuk menghilangkan atau meredakan gejala nyeri otot dan sebagainya.

Selain itu, ada juga kandungan aspercreme dan bengay yang mengandung salisilat dan memiliki manfaat untuk membantu mengurangi peradangan pada sendi. Terakhir, munculnya rasa panas ketika menggunakan koyo dikarenakan adanya kandungan capsaicin yang berinteraksi dengan sensor neuron. Sedangkan capsaicin juga bisa bekerja dengan cara mengurangi zat alami tertentu pada tubuh Anda atau substansi P yang membantu untuk memberikan sebuah sinyal rasa sakit ke otak.

Nah, disaat semua bahan tersebut dikombinasikan, maka akan memancarkan sebuah rasa panas dan mengirimkan sinyal pada tubuh agar dapat bekerja untuk mengurangi rasa nyeri. Itulah sebabnya sampai sekarang ini koyo telah menjadi obat yang sangat banyak digunakan masyarakat untuk menyembuhkan rasa pegal-pegal ataupun nyeri di badan, dari pada harus mengonsumsi obat oral yang mungkin saja nantinya akan memberikan efek samping.

Bagaimana cara kerja koyo?

Pada umumnya, kulit manusia mempunyai tiga lapisan, yaitu; epidermis, dermis dan hipodermis. Lapisan pertama yakni epidermis atau bisa disebut dengan kulit ari. Lapisan epidermis ini merupakan lapisan kulit bagian paling atas pada kulit manusia. Nah di lapisan pertama inilah koyo akan ditempelkan.

Lapisan kedua kulit disebut dengan dermis, yang terdiri dari dari pembuluh darah, kelenjar minyak, folikel rambut, ujung-ujung saraf indera, dan kelenjar keringat. Di lapisan kulit inilah  koyo akan mengirimkan obat ke lapisan yang lebih dalam.

Sedangkan lapisan kulit ketiga yaitu jaringan subkutan yang merupakan lapisan kulit lemak atau sering disebut dengan jaringan ikat yang berada di bawah lapisan dermis yang menjadi tempat penyimpanan lemak di dalam tubuh. Di dalam lapisan inilah kandungan obat yang terkandung pada koyo dapat diserap melalui pembuluh darah menuju aliran darah. Dari situ, darah akan membawa obat melalui sistem peredaran darah kemudian menyebarkan ke dalam tubuh Anda.

Apa saja efek samping menggunakan koyo?

Pada dasarnya, efek samping yang mungkin saja akan muncul saat menggunakan koyo adalah iritasi pada kulit karena adanya reaksi alergi yang Anda miliki, dan Anda mungkin akan mengalami kemerahan, panas, rasa gatal, merasakan sensasi terbakar, bahkan sampai melepuh pada area kulit yang ditempelkan koyo.

Jika hal ini terjadi, maka Anda harus segera hentikan pemakaian dan lepaskan koyo dari daerah yang mengalami iritasi tersebut dengan hati-hati. Meskipun termasuk hal sepele, sebenarnya sangat penting untuk memperhatikan cara pakai koyo yang benar sesuai dengan instruksi yang telah disampaikan di dalam kemasan sebelum Anda menggunakannya. Segera konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami masalah yang lebih serius lagi.

Nah, demikianlah penjelasan singkat mengenai koyo pereda nyeri otot. Semoga dapat menambah wawasan kita tentang koyo pereda nyeri otot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *